KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi meluncurkan logo kampus merdeka Indonesia Jaya.Program kampus merdeka merupakan salah satu Program utama kemendikbud di Dirjendikti dengan tujuan menghasilkan generasi emas dan SDM unggul Indonesia di masa depan.

Di Kabupaten Garut sendiri,Program ini sudah mulai dilakukan, pencanangan gerakan ayo masuk sekolah sudah di launchingkan oleh Bupati Garut, antusias Sekolah dan universitas-universitas mulai ditunjukan seperti halnya Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menggelar serah terima dan pelepasan Mahasiswa Program Kampus mengajar Kemendikbud tahun 2021 dengan tema “Kampus Merdeka” Indonesia Jaya, yang bertempat di Aula Rektorat IPI Garut lantai 2 di Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.Kamis (25/3/2021).

Acara turut dihadiri oleh Rektor IPI Garut Dr. Nizar Alam Hamdani, MM,MT.M.Si, wakil Rektor I Dr Abdul Hasim, M.Pd Wakil Rektor II Dr. Tetep , M.Pd, Wakil Rektor III Dr. Endang Dimyati, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong, S.Pd M,Si, dekan dan wakil dekan Fakultas Terapan dan sains serta Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial Bahasa dan Sastra, ketua prodi se IPI bagian akademik dan kemahasiswan IPI.

Dalam sambutannya Rektor IPI Garut Dr.Nizar Alam Hamdani,MM, mengatakan, ” Puji dan syukur kita panjatkan kepada Alloh SWT, atas rahmatnya,atas ridhonya, atas nikmatnya kita bisa berkumpul, Sholawat serta salam tak lupa kepada panutan kita semua Nabi besar Muhammad SAW.Dan terima kasih juga kepada Kepala Dinas pendidikan Garut yang sudah hadir menyempatkab waktunya dalam acara ini.”tuturnya.

Dikatakan Rektor IPI Garut,” Pemerintah mengeluarkan Permendagri No.3 tahun 2020,Permendagri No.3 Tahun 2020 ini sebagai cikal bakal adanya implementasi di Kampus Merdeka, Kampus Merdeka itu memiliki beberapa kegiatan, yang pertama yaitu tentunya yang telah dilaksanakan IPI Garut,implement ini yakni perihal yang sudah dilakukan di Jawa barat bersama-sama dengan IKIP Siliwangi yang mempunyai program Permata Sakti yakni pertukaran pelajar,pertukaran mahasiswa seluruh nusantara yang alhamdulillah tahun ini diikuti oleh 33 mahasiswa yang mengikuti program tersebut,yang berkerja sama dengan 22 PTS-PTS di Indonesia.”ungkapnya.

Sambung Rektor IPI, “Hal Ini merupakan suatu kebanggaan,yang pertama kita mempunyai jejaring yang lebih luas, yang kedua mahasiswa kita dapat belajarwdi Kampus yang lain,tentunya menambah pengalaman, menambah guru, dan menambah pertemanan dengan mahasiswa baik itu di perguruan tinggi yang berbentuk perguruan tinggi, atau perguruan tinggi yang berbentuk universitas, dan perguruan tinggi yang berbentuk Institut.”ucapnya.

Masih Kata Rektor IPI, ” Alhamdulillah kita memiliki 43 mahasiswa yang lolos ke PKM (Program Kampus mengajar), tentunya kita apresiasi kepada mahasiswa yang bersangkutan yang telah lolos seleksi, dan IPI Garut bersama UNIGA menjadi kampus yang memberikan kontribusi pada program Kampus mengajar.Kedua tentunya Kami berharap program kampus mengajar ini dapat membantu program pemerintah dalam tata kelola sekolah-sekolah Dasar yang dikatakan Pak Kadis ada beberapa sekolah dasar yang tata kelolanya belum optimal terutama di daerah 3T di Kabupaten Garut.”terangnya.

Mekanisme dalam seleksi Programa Kampus Mengajar ini, bahwa Mahasiswa yang bersangkutan melakukan pendaftaran melalui kemendikbud, kemudian ada proses verifikasi,dan tentunya juga dilihat dari sisi akademik IPK nya itu harus lebih dari 3,yang diterjunkan ke lapangan ini tentunya yang memiliki kompetensi baik dari kompetensi manajemen maupun kompetensi mengajarnya, karena dari segi IPK pun, mereka hampir lebih dari 3 IPK nya. “ucap Rektor IPI.

Adapun mekanisme yang kedua, dikatakan Rektor IPI, ” setelah ada hasil seleksi, yang dinyatakan sebagai peserta program Kampus mengajar, hati ini kami serahkan ke Dinas Pendidikan, kenapa demikian, karena dalam aturannya mereka mendapatkan arahan, bimbingan, wawasan, dan juga kontrol dari dinas pendidikan setempat, sesuai dengan target dari mahasiswa bersangkutan, karena dalam aplikasinya mahasiswa memilih sendiri lokasi yang dituju, dan alhamdulillah sebagian besar mahasiswa Kita memilih di Kabupaten Garut, tapi ada satu orang yang memilih di luar Garut yakni di Kepulauan Riau, namun mahasiswa yang bersangkutan memang domisilinya disana tapu kuliah di IPI Garut, sehingga dari 43 mahasiswa, 42 memilih di Garut, yang satu di kepulauan Riau. ” jelasnya.

” Harapannya dari saya selaku Rektor IPI, kepada 43 mahasiswa yang lolos seleksi program kampus mengajar, bisa memberikan kontribusi lebih kepada sekolah-sekolah dasar yang dipilihnya, serta dapat mengatasi seperti masalah Dapodik dan masalah tata kelola terkait dengan akreditasi di berbagai daerah yang masih belum memenuhi standar.”pungkas Rektor IPI Garut.

Penulis : Hendrik

Editor : Deden Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here