Dalam Konsolidasinya Ke Garut Selatan,MAPAN Resort Garut Menolak Keras Penebangan Liar

124

KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT – Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia Resort Garut,dalam Konsolidasinya ke Garut Selatan,menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Menyikapi perihal penebangan liar yang terjadi di daerah Garut Selatan,Aktivis sekaligus Ketua MAPAN Resort Garut Resna Khan mengatakan ” MAPAN Resort Garut Menolak keras penebangan liar,Sebagaimana kata Pepatah orang tua ” Kalau kita menjaga alamnya,maka alam akan menjaga kita”.”ungkapnya Jum’at (20/11/2020).

Dikatakan resna “ternyata masih banyak oknum-oknum yang berusaha memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini,kita harus tau dengan penebangan tersebut,dampak yang akan terjadi begitu besar,pantas saja Garut Selatan saat ini sering terjadi bencana banjir dan longsor ternyata penebangan liar di biarkan begitu saja.”ujarnya.

“Kami berharap pemerintah dalam hal ini Dinas lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) kabupaten Garut,kiranya menindak tegas oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,karena sudah jelas diatur dalam UU No.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan (UU P3H),Ketentuan perundangan ini merupakan Lex spesialis (ketentuan khusus) dari UU.No.41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Penebangan hutan secara liar merupakan salah satu perbuatan yang dilarang dalam pasal 17 ayat (1) huruf b UU P3H,yakni setiap orang dilarang:b.melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri dan dikenakan ancaman pidana,Jika dilakukan oleh individu orang,ancaman pidana paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)

Sedangkan jika dilakukan oleh Korporasi,ancaman pidana penjaranya paling singkat 8 (delapan) tahun,serta pidana denda paling sedikit Rp.20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah),dan paling banyak Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).”jelas resna.

Di tempat yang sama Komunitas Peduli sungai Cipasarangan,Eda mengatakan “Kami KPSC juga menyayangkan akan hal yang terjadi saat ini di Garut selatan,seperti penebangan liar, ataupun seperti Penangkapan ikan yang dilakukan dengan cara di racun dan di setrum,Kami KPSC menginginkan penghijauan kembali,dan diadakan tindakan tegas dari pemerintah pusat maupun daerah,dan juga kepada pemerintah Setempat dalam hal ini Desa,agar dibuat Perdesnya.”ungkapnya.

Maka dari itu, Setelah melihat dan menganalisa apa yang sudah terjadi di Garut selatan,Kami MAPAN Resort Garut akan mengadakan penanaman pohon bersama Asgar Nusantara,karena Kami peduli terhadap lingkungan alam sekitar, mohon doa nya agar acara nanti bisa berjalan sukses.”pungkas Resna.

Penulis : Hendrik

Editor : Deden Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here