KILASBERITANUSANTARA.COM, GARUT – Menanggapi adanya laporan dugaan money politic yang masuk ke Bawaslu Kabupaten Garut atas nama calon legislatif dari partai Gerindra, wakil bidang Hukum DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut Syam Yousef, S.H., M.H menyebutkan, bahwa hingga saat ini belum menemukan adanya dugaan money politic yang dilakukan caleg kami sebagaimana dilaporkan tersebut. Rabu 24 April 2019

“Hingga sekarang, kami belum mendapatkan informasi terkait adanya laporan tesebut, yaitu dugaan pelangaran pemilu sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Tentu ini merupakan kerugian besar bagi nama baik Calon Legislatif dan partai Gerindra,” ujar Syam Yousef saat dihubungi melalui aplikasi pesan WhatsApp nya.
Syam Yousef juga menegaskan, jangan main – main dengan laporan apabila tidak memiliki bukti kuat, karena ini perbuatan yang serius dan itu melibatkan nama partai.

“Kalau tidak bisa membuktikan kecurangan Caleg Gerindra, kenapa harus melakukan laporan? Kemungkinan atas nama Partai Gerindra DPC Garut, Kami akan mengambil langkah hukum atas apa yang telah diperbuat oleh pelapor, tegasnya.

Sebelumnya beredar berita acara laporan dan foto giat pelaporan salah satu warga Kabupaten Garut yang melaporkan dugaan money politic kepada Bawaslu. Dugaan money politic tersebut terjadi di kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut. Diketahui pelapor berinisial C yang tinggal di Kecamatan Cilawu Garut sebagaimana tertulis dalam berkas laporan tersebut.

Dalam kronologis yang ditulis dalam BAP dengan Kop Surat Bawaslu menerangkan, bahwa pada hari senin sore sekitar jam 15.00 WIB ada 2 (dua) orang laki-laki menghampiri tumah Maolana, dan kedua lelaki tersebut adalah tim sukses dari Caleg DPRD yang tandem (koalisi) Bersama Caleg Provinsi dan Caleg DPR RI dari partai Gerindra dengan nomor urut yang sama, yakni nomor urut 2. Demikian sebagian petikan dari uraian singkat kejadian dengan Kop Surat Bawaslu.

Adapun barang bukti yang ditulis adalah 1 buah amplop berisikan uang dengan pecahan Rp. 10.000, 3 lembar (30.000) / amplop. Sedangkan amplop yang dibagikan per satu keluarga sesuai dengan DPT KK, demikian petikan dari uraian bukti BAP dalam surat laporan ke Bawaslu tersebut. ( Ridwan *** )

Editor : Deden Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here