Beranda blog

Bukti Kepedulian ACT Dan PWRI Jaya Lakukan Bakti Sosial

KILASBERITANUSANTARA.COM, GARUT- Sebagai aksi kepedulian terhadap warga masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Yang hingga sampai saat ini masih terjadi. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bekerjasama dengan DPC Lembaga Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI-Jaya) Kabupaten Garut, menyalurkan bantuan berupa beras.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Garut. Mochamad Dani Ramdani saat ditemui menyampaikan. Bakti sosial kemanusiaan yang dilakukan ACT dengan bekerjasama dengan sejumlah Awak media tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang notabenenya terkena dampak akibat wabah virus Covid-19.

“ Kami bekerjasama dengan PWRI Jaya Kabupaten Garut, mengadakan bakti sosial untuk membantu warga di tengah Pandemi Covid-19, yang mana sebagian masyarakat merasakan dampak disegi ekonomi,” ujar Mochamad Dani Ramdani selaku Branch Manager ACT Garut. Minggu (24/01/2020) Petang.

Sementara ditempat terpisah, Indra Ramdani. Selaku ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) DPC PWRI Jaya Kabupaten Garut yang juga jurnalis menyampaikan. Bahwa dampak pandemi Covid-19 ini, sangat berdampak, terutama dalam segi perekonomian warga. Oleh sebab itu kata Indra giat bakti sosial yang dilakukan dengan pihak ACT dilakukan dalam rangka membantu meringankan sedikit beban masyarakat.

“ Meskipun Bantuan berupa beras mudah-mudahan dapat sedikit meringankan beban warga masyarakat ditengah masa-masa sulit seperti sekarang ini,” ucapnya

Selain itu, sambung Indra. Pihaknya juga berharap melalui kegiatan bakti sosial ini dapat menjadi momentum dalam menjalin sinergitas kemitraan antara ACT dan Lembaga DPC PWRI Jaya Garut.

“ Melalui upaya kerjasama ini mudah-mudahan menjadi upaya dalam membangkitkan perekonomian warga, serta berharap Pandemi Covid-19 ini akan segera berlalu,” harapnya.

Lebih jauh disampaikan Indra, Bantuan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Garut tersebut disalurkan terhadap warga yang terkena dampak pandemi Covid-19 serta jompo dan anak yatim.

“ Alhamdulillah penyaluran bantuan beras sudah disampaikan kepada mereka yang memang patut memperoleh bantuan beras tersebut,” pungkasnya.

Penulis : Deden Kurnia/TIM PWRI Jaya Garut

Lagi-lagi DPC PDI Perjuangan Garut, Tunjukan Kepeduliannya, Ini Faktanya !

KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT- Luar biasa,lagi-lagi Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Garut menunjukkan kepeduliannya dengan membantu korban musibah kebakaran di kecamatan Sukawening kabupaten Garut.Senin (25/1/2021).

Diketahui Rumah Mak Amah (79) seorang janda tua, warga kampung Cikarees RT 01/02, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut itu menjadi korban dari keganasan si jago merah pada Minggu dini hari (24/1/2021) sekitar pukul 03.40 WIB.

Mengetahui dari salah satu pemberitaan di media,aksi respon cepat (ARC) ditunjukan DPC PDI-Perjuangan Garut bersama jajaran strukturalnya,melihat langsung ke lokasi rumah yang tertimpa musibah kebakaran.

“Ya,Saya mengetahui adanya pemberitaan di salah satu media,masih ingat Saya, pemberitaan yang berjudul “
Ditinggal Menginap, Rumah Janda Tua di Sukawening Garut Terbakar”.”ungkap Yudha Puja Turnawan (Ketua DPC PDI-Perjuangan Garut).

Dikatakan Yudha,” Saya bersama jajaran struktural DPC PDI-Perjuangan Garut langsung melihat ke rumah Mak Amah seorang janda tua yang rumahnya hangus terbakar.

Bersama Pak Uus PLT Camat Sukawening dan kepala Desa Sukasono, Kami DPC PDI-Perjuangan Garut menengok Emak Amah di RT 01 RW 02 kampung Cikarees, Desa sukasono, Kecamatan Sukawening kabupaten Garut,yang dini hari kemarin terjadi musibah kebakaran yang menimpa rumah Emak Amah.”ujarnya.

DPC PDI Perjuangan Garut bersilaturahmi, dalam rangka ikut berbelasungkawa sekaligus memberikan santunan sembako dan sedikit uang buat Emak Amah,disamping itu Saya selaku Ketua DPC PDI-Perjuangan Garut menitipkan juga uang ke Pak RT setempat yang akan bergotong royong memperbaiki rumah Emak Amah.

“Semoga apa yang kami DPC PDI-Perjuangan Garut berikan,bisa bermanfaat untuk Emak Amah khususnya,yang akan kembali membangun rumahnya.

“Dan Saya berharap kepada Kepala Desa Sukasono,agar meningkatkan kegotongroyongan warga dalam membangun kembali rumah Emak Amah nantinya.”pungkas Yudha.

Penulis : Hendrik

Editor : Deden Kurnia

Bupati Garut : Angka Kematian Cukup Tinggi PSBB Diperpanjang Sampai Tanggal 8 Februari

KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT-Sehubungan kasus Covid 19 di kabupaten Garut semakin meningkat, pembatasan sosial berskala besar di kabupaten Garut akhirnya di perpanjang sampai dengan 8 Februari 2021.

Bertempat di lapangan Setda kabupaten Garut,Bupati Garut H.Rudy Gunawan mengumumkan terkait dengan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang seharusnya hari ini berakhir.Senin (25/1/2021).

Selaku ketua Gugus tugas Covid 19 Kabupaten Garut, Bupati Garut H.Rudy Gunawan dalam apel pagi menyampaikan,” sehubungan semakin meningkatnya kasus Covid 19 di kabupaten Garut,Kita pastikan PSBB diperpanjang sampai dengan tanggal 8 Februari 2021.”ungkapnya.

“Dilihat secara keseluruhan,PSBB di kabupaten Garut berjalan efektif, kepatuhan cukup berhasil,baik itu di wilayah pedesaan maupun perkotaan,berkat usaha-usaha dari masyarakat yang berada di daerah cukup berhasil.”ujarnya.

Selain itu,dikatakan Rudy,” Ya tapi belum maksimal,karena angka kematian masih cukup tinggi, karena sesuai dengan arahan Mendagri,apabila daerah yang masih mengalami angka kematiannya cukup tinggi maka dilakukan PSBB Proposional,itu artinya kita masih akan melakukan PSBB sampai dengan tanggal 8 Februari 2021.”pungkasnya.

Penulis : Hendrik

Editor : Deden Kurnia

DPC PDI-Perjuangan Garut Bantu Mak Anah Penderita Stroke Yang Rumahnya Tidak Layak Huni

KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT-Kembali bertakjiah, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (DPC-PDIP) Kabupaten Garut berikan bantuan kepada Mak Anah yang menderita sakit stroke dan rumahnya yang tidak layak huni di Bayongbong Kabupaten Garut.Minggu siang (24/1/2021).

” Bersama Pak Agus Nazar, S.Pd,S.Hi kepala Desa bayongbong,menengok kondisi emak anah yang menderita sakit stroke dan kondisi rumahnya yang tidak layak huni.”

“Pak Arip ‘ibink’ Hungkul bersama warga disini sudah bergotong royong untuk merehab baru terkumpul 2,5 juta rupiah dan material kayu.”ungkap Yudha

Selain itu, dikatakan Yudha,” DPC PDI Perjuangan ikut bergotong royong uang tunai 2 juta rupiah yang langsung diberikan ke panitia pembangunan yang dipimpin ustadz imat.

DPC PDI-Perjuangan Garut juga memberikan santunan sembako dan uang tunai untuk emak anah, DPC PDI Perjuangan Garut berharap kepala desa bisa makin memperkokoh kegotongroyongan warga,juga segera membuat proposal yang ditujukan kepada kepala daerah dan BAZNAS,karena kepala Daerah bisa mengarahkan bantuan dari Dana Korpri CSR BUMD maupun sumber lainnya.

“Mudah-mudahan dengan kegotongroyongan semua pihak,Mak Anah cepat memiliki tempat tinggal yang layak.”tutup Yudha.

Penulis : Hendrik

Editor : Deden Kurnia

Resahkan Sopir Dan Penumpang, Organda Garut Lakukan Sweeping

KILASBERITANUSANTARA.COM,GARUT- Kerap meresahkan sopir dan penumpang serta melakukan pemalakan di dalam angkutan Kota (Angkot-red).

Pengurus gabungan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut melakukan aksi sweeping terhadap para pengamen di beberapa titik perempatan jalan.

“Karena sering terjadi laporan,Bahwa kerap melakukan pemalakan di dalam angkutan Kota,kami lakukan sweeping,karena sudah meresahkan Supir dan penumpang”.ungkap Ajat Kordinator aksi Minggu (24/1/2021)

Dikatakan Ajat,” Bermula adanya pengeroyokan kepada supir jurusan terminal Guntur -Karangpawitan oleh 2 orang pengamen, yang terjadi di jalan karacak Garut Kota pada hari Sabtu sore (23/1/2021).

“Kami melakukan aksi ini dengan inisiatif sendiri atas nama simpatisan,karena sudah kelewatan batas apa yang dilakukan pengamen terhadap Sopir yang sedang mengais Rizky untuk kehidupan keluarganya.”. ujarnya.

“Hari ini kita bergerak untuk mendapatkan pelaku (Pengamen-red),setelah kita dapatkan pelaku,kita serahkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.”

“Semoga dengan aksi sweeping ini bisa menjadi catatan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,apalagi adanya kekerasan terhadap supir dan penumpang,serta sekaligus memberikan keamanan khususnya bagi para penumpang yang merupakan mata pencaharian Kita.”pungkas Ajat.

Red***